Rabu, 24 April 2013

Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

Nu (Nahdlatul Ulama)  adalah sebuah organisasi Islam besar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H)dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar.

NU menganut paham Ahlussunah waljama'ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur'an, sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi'i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi, imam Maliki,dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.

Gagasan kembali kekhittah pada tahun 1984, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran ahlussunnah wal jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskankembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil kembali membangkitkan gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU..

Tujuan

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Struktur

  1. Pengurus Besar (tingkat Pusat).
  2. Pengurus Wilayah (tingkat Propinsi), terdapat 33 Wilayah.
  3. Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) atau Pengurus Cabang Istimewa untuk kepengurusan di luar negeri, terdapat 439 Cabang dan 15 Cabang Istimewa.
  4. Pengurus Majlis Wakil Cabang / MWC (tingkat Kecamatan), terdapat 5.450 Majelis Wakil Cabang.
  5. Pengurus Ranting (tingkat Desa / Kelurahan), terdapat 47.125 Ranting.
Untuk Pusat, Wilayah, Cabang, dan Majelis Wakil Cabang, setiap kepengurusan terdiri dari:
  1. Mustasyar (Penasihat)
  2. Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
  3. Tanfidziyah (Pelaksana Harian)
Untuk Ranting, setiap kepengurusan terdiri dari:
  1. Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
  2. Tanfidziyah (Pelaksana harian)
 Lembaga

Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. Lembaga ini meliputi:

    Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
    Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU)
    Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LPKNU )
    Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)
    Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU)
    Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI)
    Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU)
    Lembaga Takmir Masjid (LTM)
    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU
    Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI)
    Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH)
    Lajnah Bahtsul Masail (LBM-NU)

Lajnah

Merupakan pelaksana program Nahdlatul Ulama (NU) yang memerlukan penanganan khusus. Lajnah ini meliputi:

    Lajnah Falakiyah (LF-NU)
    Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN-NU)
    Lajnah Auqaf (LA-NU)
    Lajnah Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazis NU)

Badan Otonom

Merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu. Badan Otonom ini meliputi:

    Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah
    Muslimat Nahdlatul Ulama
    Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)
    Fatayat Nahdlatul Ulama
    Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
    Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
    Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
    Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa (IPS Pagar Nusa)
    Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz (JQH)

0 komentar:

Posting Komentar