Saat ini kita hampir memasuki bulan
Rajab yang menandakan dua bulan ke depan akan tiba bulan suci Ramadhan
1434 H. Berarti aura bulan Ramadhan itu sudah demikian dekatnya menyapa
diri kita. Ini sekedar mengingatkan saja. Sebagai seorang muslim sejati
dan merindukan kebaikan, pasti akan selalu memantau saat-saat di mana
kebaikan kita akan meningkat dan pahala ketaatan kepada Allah itu
memanen pahala yang besar.
Untuk menyegarkan kembali ingatan kita
tentang doa yang selalu dipanjatkan rosulullah, mari kita simak sabda
junjungan tercinta berikut :
اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."(HR. Thabrani dan Baihaqi)
Ramadhan adalah penghulu semua bulan
Hijriah. Setiap tahun Ramadhan datang menyapa dan setelah itu pergi
lagi. Dan setiap di tinggal itu pula setiap muslim yang rindu kebaikan
akan meresa ada yang kurang dengan apa yang dikerjakan selama bulan
penuh rahmat dan ampunan itu. Keutamaan begitu banyak dan memang tidak
mudah digapai seluruhnya oleh setiap muslim kecuali dengan susah payah
dan kebersihan hati serta keikhlasan jiwa. Tentunya bagi siapa saja yang
mengaku sebagai seorang muslim sejati mesti merindukan dengan perasaan
suka cita akan datangnya bulan suci ini dan tidak akan menyia-nyiakan
pertemuannya dengan Ramadhan. Sebagaimana hadist nabi :
مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ
Untuk mengoptimalkan saat-saat fenomenal bersama Sang Kekasih itulah, hendaknya kita mempersiapkan segala-galanya dengan harapan semua fadhilah yang ada di dalamnya bisa kita dapatkan secara menyeluruh. Oleh karena itu, Rasulullah mengajak kita, umatnya untuk melakukan warming up di dua bulan yang juga tidak kalah pentingnya, yakni bulan Rajab dan Sya'ban.
Nah, bagi kita muslim yang rindu kebaikan, pahala, surga dan dilanjutkan dengan panen pahala pasti sudah memulai berbagai training-training amalan sholeh. Dan itulah nanti yang akan menjadi keberkahan tersendiri bagi kita.
Bentuknya pun bermacam-macam. Seperti
misalnya, membayar 'hutang' shaum bagi yang pernah uzur meninggalkan
shaumnya pada Ramadhan yang lalu, mempersiapkan tilawah al-Qur'annya.
Sudah barang tentu setiap muslim yang merindukan taqorrub di Ramadhan
kelak, mulai sekarang sudah mempersiapkan tilawah hariannya. Tahsin,
Tafhim dan Tadabburpun tidak luput dari perhatiannya. Ini sangat
penting. Mana mungkin kita meneriakkan hadits di atas lantas diri kita
kurang memberikan perhatian kepada al-Qur'an yang merupakan amalan utama
di bulan mulia itu?!
Amalan sholeh lain yang bisa kita persiapkan adalah puasa itu sendiri. Seperti puasa hari-hari putih (3 hari setiap bulan pada tanggal 13, 14 dan 15 H), puasa Senin-Kamis, puasa nabi Daud (puasa selingan / satu hari puasa dan satu hari tidak), lalu berlatih infak, shodaqoh, zakat di bulan Rajab dan Sya'ban







0 komentar:
Posting Komentar