Tepatnya tanggal 28 April kemarin (18 Jumadil Akhir), telah sempurna 40 hari wafatnya anakku tercinta Maulani Rachmah 8th. Rasa sedih,pilu masih menyelimuti keluarga terutama istriku tercinta yang selalu dirundung kesedihan yang mendalam tatkala ingat dia sedang bermain bersama adiknya,tatkala sedang bercengkrama bersama kita sekeluarga sungguh moment yang tak pernah bisa aku lupakan. Rasa sedih begitu sangat menyayat hati disaat sedang mengingat ngingat dia kami membaca buku buku pelajaran anakku yang selalu dapat nilai diatas 9, tatkala kagetnya ketika dihalaman akhir ada tulisan, "bunda Ayah pulang kerjanya jangan lama lama saya kasihan liat ainur(adiknya) selalu manja, selalu dijailin sama pamanya yg seumuran anakku, saya kasihan dia nangis terus cepet pulang ya bunda" di buku yang lainnya kami temukan lagi tulisan "bunda,Aa kok dia nyebut pamannya nakal ya beraninya cu ma dirumah aja kalo disekolah ga berani saya kesel sama Aa, kalo Aa nakal gitu masuk surga ya, katanya orang jahat masuk neraka, tapi aku gak mau Aa masuk neraka walaupun gimana dia itu Kakakku (paman tp manggilnya Aa)". Sungguh sedih sekali baca tulisan tulisan anakku. Dan yang paling kami tak bisa melupakannya yaitu pada saat 2 hari sebelum dia meninggal dia sempet bilang ke bundanya. :" bunda kata orang itu saya suruh pindah, tempat disini sempit, tempat kamu disana enak, tentram". mungkin itu salah satu firasat sebelum kepergiannya.
Hari demi hari kami lalui kesedihan ini serasa masih belum percaya telah kehilangan permata hati ini, banyak temen temen yang menghibur dan bercerita tentang orang lain bahwa didunia ini bukan cuma kami aja yang sedih jika ditinggal anak, masih banyak orang tua2 lain yang senasib dengan saya. Salah satu nasihat yang bisa melegakan hati ini adalah bahwa ketika anak kecil yang belum baligh meninggal kelak di akhirat dia akan menolong kedua orang tuanya yang beriman untuk menuntunnya ke surga.sungguh ini berita yang sangat melegakan hati ini.
Dari beberapa literatur yang saya baca bahwa keutamaan anak meninggal sebelum masa baligh adalah :
1.Akan langsung masuk sorga.
2.Akan bisa menolong orang tuanya kalau orang tuanya orang iman.
3.Jadi pelayan penduduk sorga sebagaimana berlian yang disebar
2.Akan bisa menolong orang tuanya kalau orang tuanya orang iman.
3.Jadi pelayan penduduk sorga sebagaimana berlian yang disebar
Melihat dari keutamaan anak meninggal sebelum baligh begitu besar, di harapkan orang tua mampu mengambil hikmahnya dan memperhatikan hal hal dibawah ini :
Orang tua mesti sabar dan ikhlas menerima kepergian sang anak, tidak
meratapi kepergiannya secara berlebihan boleh menangis dan bersedih asal
tidak berlarut-larut sehingga dapat menimbulkan keburukan bagi
kesehatanya.
2. Sadar dan memuja Allah
Yaitu dengan mengucapkan kalimat istirja (innaa lillahi wainnailillaihi roojiun)
dan merenungi kandungan maknanya. Kita , anak kita, dan segala sesuatu
yang ada disekitar kita semuanya adalah milik Allah. Anak adalah amanah,
titipan dari Allah, yang mesti kita jaga dan pelihara dengan
sebaik-baiknya. Karena anak ibarat barang titipan tentu suatu saat jika
sang pemilik akan mengambil kembali miliknya tersebut kita harus
berlapang dada menyerahkan barang titipan tersebut kepada sang pemilik
3. Mengharap pahala atas kematian sang anak.
Seperti yang telah saya katakan diawal, bahwa, kematian seorang anak
bukanlah suatu musibah melainkan himpunan berkah yang mesti dipetik oleh
orang yang di tinggalkan. Orang tua semestinyalah memohon pahala dan
keberkahan dari peristiwa tersebut, maka dengan senang hati Allah akan
melimpahkan banyak kebaikan dan pahala kepada hambanya yang meminta
dengan setulus hati.
Nah, bukankah hal ini merupakan kabar gembira bagi orang tua yang
ditinggal mati oleh anak-anaknya yang belum baligh dan janji Allah
tersebut merupakan bukti karunia dan kemurahan Allah kepada
hamba-hamba-Nya. Dan jika pun mendatangi neraka, itu hanya bagian dari
janji Allah yang telah menjadi ketetapannya.
Lho, menetapi janji apa ? mungkin saudara bertanya-tanya
akan hal ini. Janji ini berkaitan dengan firman Allah dalam surat maryam
(19) : 71 ”dan tidak seorang pun dari kalian, melaikan dia pasti mendatangi neraka itu ”.
Belum jelas? Maksud mendatangi disini adalah menyeberanginya di atas
shiraat, yaitu sebuah jembatan yang di bentengkan di atas neraka
jahanam, bukanlah untuk mencapai pintu surga, seorang hamba mesti
melewati jembatan tersebut ? dan ketahuilah wahai para orang tua,
anak-anak anda yang telah meninggalkan anda terlebih dahulu tersebut,
kelak akan menunggu anda di pintu tersebut (surga-red).






0 komentar:
Posting Komentar